TULISAN INI HANYALAH MERUPAKAN ILHAM DARI PENGALAMAN SEDERHANAKU BERMAIN-MAIN DENGAN PELAKU SMS PENIPUAN.
Sambil
nyantai kayak di pantai, duduk-duduk di kamar RSSSSSSS-ku (Ruang Sangat
Sederhana Sekali Sampai-sampai Selonjoran Saja Susah), aku menulis
dan berbagi nih, sedikit histori yang aku hasilkan dari pengalaman
pribadiku ngerjain penipu yang mengaku teman lama. Wong bandar penipu
kok ditipu. Hehe, maklum preman kampus (ceritanya). Okeh deh, nih agan
kisahnya. Cekedot yakkk. Selamat mendengarkan!!!!! :D
Hari
itu, 25 September 2013 petang
, aku hendak jamaah maghrib di musala pesantren. Sesaat setelah azan maghrib, eh hapeku bergetar. Sms masuk. Kirain siapa, maghrib-maghrib kok ada yang sms. (penting gak sih). Dan ternyata, nomornya sama sekali aku tidak mengenalnya, 085604454702 bla.. bla.. bla.. xxx. Jujur 100%, tanpa sensor ini gan. (Ah, paling-paling udah gak aktif tuh nomor sekarang)
, aku hendak jamaah maghrib di musala pesantren. Sesaat setelah azan maghrib, eh hapeku bergetar. Sms masuk. Kirain siapa, maghrib-maghrib kok ada yang sms. (penting gak sih). Dan ternyata, nomornya sama sekali aku tidak mengenalnya, 085604454702 bla.. bla.. bla.. xxx. Jujur 100%, tanpa sensor ini gan. (Ah, paling-paling udah gak aktif tuh nomor sekarang)
Aku sempatkan dulu buka sms sebelum ada panggilan iqamah dari bilal. SMS tersebut isinya begini gan:
Penipu: “Gimana kabarnya mas brow? Kok gak pernah telpon saya, apa sudah lupa sama saya? Yang sedang merantau ke Kalimantan lho.” (Awalnya, aku ingin mengabaikan aja pesan ini gan. Tapi sayangnya, aku mudah klepek-klepek kalau ada sms, pesan masuk, chat, posting, dsb kayak gini, mengatasnamakan kawan, apalagi ngomong bahwa ia merasa tak pernah ku sapa. Tambah klepek-klepek lagi tuh gan aku gan. Imbasnya, aku sempatkan balas pesan sebelum iqamah. Eh iya, ada satu lagi yang perlu kusampaikan, aslinya dia orang ngomong pake bahasa khas Jawa Timur gan, lengkap dengan bumbu-bumbunya. Tapi aku alihkan sendiri ke B.Indonesia, biar lebih membumi. Nanti akan aku bubuhkan aslinya deh untuk beberapa tempat yang aku anggap bisa dipahami semua kalangan).
Kembali ke poin. Dari pesan di atas, jawaban yang kutulis hanyalah:
Aku: “Al-Aly bukan???” (Ada
beberapa kawan memang sedang berada di Kalimantan. Tapi dari segi
bahasa, aku menebak ini pasti Al-Aly, kawan pelatihan dari Pare dulu).
Penipu: Iyo! (sangat
singkat. Aku belum curiga dan bahkan percaya begitu saja. Aku abaikan
sebentar. Habis jamaah magrib, barulah ku jawab lagi pesannya).
Aku: Weleh…weleh… kemana, aja boz? Baru putus kontak sebulan aja udah bilang lama. Kapan ke Jombang lagi? Masih ngelamunan? (biasa, sok akrab. Namanya juga kawan seumuran).
Penipu: Tak ajak usaha pulsa kalau mau, di sini pulsa mahal buanget browhh… (wow,
batinku ini kok tiba-tiba ya. Aku seneng aja. Aku antusias. Bahkan
anggapku, Ya Allah, Engkau menurunkan kesempatan ini di saat yang
tepat, kebetulan saya lagi butuh dana segar untuk tambahan biaya kuliah
nih. Memang yang namanya Al-Aly itu orangnya suka berwirausaha. Dan udah
mandiri di usianya yang muda, kuliah sambil kerja. Jadi aku percaya
begitu aja. Belum curiga, sama sekali). Aku lama tidak memberi
tanggapan. Dan akhirnya dia sms lagi.
Penipu: Kon
(kamu, jawa) tak kirimi 10 nomor pelangganku, tiap nomor isi 100 ribuan.
Dikali 10 kan genap 1 juta. Nanti, kamu tak transfer 1jt 300rb
(wow, angka yang cukup fantastis untuk seukuran jual beli pulsa
kecil-kecilan, gumamku. Kalau dia aja ngasih uang ke aku sekian. Berapa
nilai transaksi dia sama pelanggannya tuh??? Mission iposambel, sampe
mission sebel-sebel ah pokoknya).
Aku: Bos, apa nggak kebanyakan untungkku kalau segitu??? Dikasih pas aja deh!!! (Nyaliku menciut gan)
Penipu : Iso po gak?? (bisa ndak). Kalau ndak aku alihkan ke yang lain nih. Tanggung brow, pelangganku butuh yang cepat. Siap?
(Dari sini nih, benih-benih kecurigaanku mulai tumbuh. Saya tahu banget
tuh sama yang namanya Al-Aly, orangnya nggak suka buru-buru. Dan nggak
plin-plan. Apalagi ketika ku tanya pertimbangan untung rugi tadi, dia
gak jawab sedikitpun. Padahal biasanya dia lebih bijak menanggapi
pertanyaan yang sama. Maklum, dia orang pesantren. Jadi kalau ada yang
janggal, kita biasanya runding baik-baik. Eh ini, malah diam sejuta
bahasa. Langsung to point aja. Nggak selumrah biasanya. Ini bukan Al-Aly
beuuuuddd…).
Karena aku mulai curiga, aku telpon si
dia. Dan hasilnya positif, 2 kali panggilanku tidak digubris. Aku
lancarkan panggilan terakhir dan hasilnya tetap saja nihil. Serangan
ke-3 tidak membuahkan hasil. Panggilanku nggak diangkat. Lengkap udah
gan. Aku udah melaksanakan sunah rasul, sebanyak 3x panggilan, dan tak
ada jawaban. Aku urung sms dia lagi. Kebetulan aku punya 2 nomor lain
Al-Aly (kenapa juga nggak aku kroscek dari awal aja tadi, haddehhh,
dasar!!!). Aku telpon langsung dia pake nomornya yang lain. Gawat, dua
kali panggilanku di-reject gan. Waduh, pikiranku teraduk-aduk gan. Aku
diam aja. Tak bereaksi apa-apa. Tapi dalam pikiranku, “Ya Allah aku
nggak ingin melewatkan kepercayaanku begitu saja. Jumlah yang ditawarkan
memang tidaklah begitu besar. Masih bisa ditemukan di banyak hal dan
cara yang lain. Tapi ini menyangkut kepercayaan seorang kawan.” Gan,
gejolak kaula muda gan. Galau sih tidak, tapi mbuletisasi iya (kayaknya
sih gitu). Sejenak aku terlarut dalam pergolakan yang membuat hubungan
hati, pikiran, dan fisikku tidak harmonis lagi. Aku harus melakukan
penetrasi metode “jebrettt” agar bisa mengkudeta egoku sendiri, dan
berharap ketiganya mampu melakukan harmonisasi sehingga tidak ada
kontroversi hati lagi yang membuat statusisasi kemakmuran hilang begitu
saja. Twenty three my age gitu lho. Wkwkwkwkw….. #abaikan
Brrr…brrr…brebetrrr…grrrghh…. (hapeku bergetar, pesan masuk). Yes, Al-Aly yang asli menjawab:
Al-Aly: Sory bos, aku lagi nggak bisa angkat telpon. (waduh… tambah mbuletisasi lagi, aku mulai gelisah lagi, apa memang yang sms tadi benar-benar Al-Aly, semoga iya, wkwkwkw).
Sejenak kemudian, aku ketikkan pesan buat dia:
Aku : Ok-ok gak papa Ly, kamu tadi minta kirim pulsa aku?
Al-Aly
: Nggak bos, ya nggak mungkin lah bos. Terlalu jauh. Wong aku lagi di
Jakarta. Lagian, di PSQ tempatku sini banyak yang jual pulsa bos.
(Waduw, tuh kan dia malah lagi di Jakarta. Apa aku bilang. Dia itu kalau
ngomong jelas, gak mbuletisasi, dan ‘pas’ kalau ditanya).
Aku: Oke, lhah ini nomormu gak 085604454702?
Al-Aly : Nggak bos. Nomorku 2. Yang ini dan satu lagi operator LL (disensor... agan)
Aku : Owh, oke browh. Makasih ya…
Al-Aly : Sip…nanti kalau ada yang perlu, kontak aja lagi. Salam.
Gejolak yang beberapa menit terakhir ini mengaduk-aduk pikiranku, menghancurkan harmonisasi sekujur tubuhku, menyedot sebagian kecil energi jari-jariku, sekarang total 100% positif hilang sama sekali gan. Kesempatan untuk ngirim pulsa ke Kalimantan pupus. Tapi aku nggak kecewa. Karena Tuhan tak pernah kehabisan cara tuk membahagiakan kita gan. Tinggal mau atau nggak aja. Okeh… aku temukan jawabannya. Sekarang saatnya melakukan counter attack. Hai kalian para fans berat timnas U-19, bersiaplah untuk berteriak goalllll…. Kita akan juara. Are ready to rock!!! Kuch-kuch ho tahu, kuch-kuch ho tempe. Aku suka tahu, tapi juga suka tempe. Sambel tahu enak, sambil tempe juga. Welll.... strategi ofensif kan ku lakukan. Aku gempur pertahanannya dengan metode “pelan-pelan saja” dan formasi 1-2-3-4. Rasakan sensasinya!!!
Aku sms lagi penipu itu:
Aku: Ntar dulu, ntar dulu. Ini tadi sampean nggak salah ngajak orang kan, aku siapa coba??
Penipu : Udahlah, udah kamu ini bercanda aja. Aku gak mungkin salah orang sama kamu John. Mau langsung malam ini gak nih???
Aku: Wokeh bos, kau memang teman yang baik. Yaudah, aku Islah yang kau maksud bukan??? (tolol banget saya)
Penipu: Iyya,,iyya Slah Islah. Aku udah tahu dari awal kamu Islah. Kamu nih kakean ita-itu, ora’ mbois blas kon cok cok! (Nggak
keren sama sekali kamu, tuuth tuuth....). Upz. Sorry. bahasa khas nih
orang keluar, Asli buatan Suroboyo jawa Timur Indonesia kang mas
Agan-agan. Lagipula ini orang mau nipu gak pake sopan santun. Kurang
mampet!. Harus ikut kurikulum berbasis karakter.
Aku: Yaudah. Gimana kelanjutannya???
Loading
agak lama, standar Pentium-3 keluaran awal, mungkin dia lagi memangsa
nomor lain nih, hadehhh... dan akhirnya jawab juga dia.
Penipu : Gitu dong! Ini baru teman (pretttttttt, batinku)
Aku
: Mana dong, mana uangnya, tak tunggu transfernya yang 1,3 juta
ya. Ke Rekening ISLAH, bla bla bla 1234567xxx. Habis itu tak kirim
pulsanya! (aku juga tahu, ini pertanyaan tolol. Wong si dia minta
dikirim pulsa dulu. Aku-nya aja yang sengaja stay-tune tolol, blo’on,
bego’, dan sejenisnya. Padahal aslinya memang iya. Wkwkwkw)
Penipu : Pulsa masuk, duit tak transfer to ya. Modal dulu brok… modal. (Prettt…udah
tahu ada mangsa yang bego’. Dia sigap menjawab, siap sedia dimanapun
berada. Kayak abang becak mau nilang pengendara aja ni orang. Upz
salah.)
Aku : Oke, tunggu beberapa menit. Aku tak transaksi dulu ya coy. Saldo pulsaku lagi kosong ini. Sabar! (stay cool)
Penipu : Siap bos. (makan tuh siap!)
Aku : Oke, sudah. Nomor mana yang harus kukirim? (eksekutif muda style)
Penipu : a. 082332683477, b. 082335090297, c. 082230109007, d. 082332678651, e.082335090398.
Penipu : 5 nomor itu isi pulsa masing-masing 100ribu. Jadi total 500ribu. (awas lho, habis ini aku paksa ngangkatin jemuran mendadak loe. Awas was was was was…)
Aku : Walah, nanggung banget kalau isinya Cuma 5 nomor. Nanggung jarak antara kita brow. (ckckckckc)
Penipu : Iyya-iyya… seng 5 kui isinen disek po’o (yang 5 itu isi dulu lah!)
Aku : Oke, tunggu! Nanti kukabari lagi.
Sela beberapa menit kemudian.
Aku : Berhasil bos. Yang E udah aku kirim. Sekarang yang D. (rasain lho, aku serang pake strategi tiki-taka lho…wkwkw. Tunggu gempuran berikutnya).
Aku : Bosssss….. yang D dan C udah bos, cek ulang ya bos. (udah apanya dulu, maksudnya, wkwkw)
Penipu : Coy,,, kok lama ya coy… aku kok sangsi gini (rasain lho, mampet gak lho, wkwkw).
Penipu
: (sms lagi) udah ganti dengan yang ini aja lah! Yang nomor ini lebih
gampang masuk. a. 082335090376, b. 08233905798, c. 082230190368, d.
08233927381, e.08233584047. (dia kira aku tololnya kelas dewa apa,
pakai ngursusi segala, mana ada nomor-nomor gampang dan sulit di top-up.
Di mata pengisi pulsa, semuanya sama. Hanya amal ibadah pemiliknya yang
jelas beda).
Aku : Kurang asem kon! (kurang
manis dirimu! ckckck) Lha ini aku modal udah kirim 3 nomor, kamu
batalkan begitu saja. Ini menyangkut hak, martabat, dan hajat hidup
orang banyak lho mas brow. Di tempatku banyak anak yatim. Kalau sampe
uang itu hangus. Hanguslah sedekah untuk mereka. Itu tadi jatah makan
mereka coy! (gayaku sih sok ngasih siraman rohani)
Penipu
: Sory-sory. Ya udah kirim ke nomor-nomor yang awal dan terakhir juga
ya! Jadinya 10 nomor semuanya. Jadi untungnya lebih banyak. (pakai
ngomongin untung lagi, ini “penjahit” cemen banget. Pinky boy kali ya.
Baru digetak udah ngesot-ngesot tuh ngomongnya. Badan aja tatoan, jiwa
chery belle kali ya, aduh duh duh cibby cibby,,, cub cub cub. Siapa juga
yang tahu kalau si dia tatoan). Hallo… cemungud eaaa kawan… wkwkwk
Aku : Wah, kalau ini berhasil. Lumayan 300ribu. Bisa buat, anak-anak yatim beli menu spesial nih. :)) (aku sok nyinggung anak-anak yatim. Kira-kira keder dan bergoyang nggak dia punya nyali.)
Aku : Oke semangat. Semoga berhasil dan sukses studimu di sana! (Gak
ada jawaban. Motivasi ini jelas gak menguntungkan buat si dia. Lagian,
dosis ini hanyalah untuk para pengikut aliran Super Sekali...! hmmm).
Selang beberapa menit, aku gelontor dia satu paket sms.
Aku
: Gimana mas brow yang baik, udah masuk semua? Barusan aku
menyelesaikan 5 nomor awal. Sekarang tinggal 5 nomor berikutnya.
Owkeh!!!
Penipu : Udah matamu sempal wi cok! (bahasa asli suroboyo hadir tanpa sensor film)
Aku : Lho piye to, kok malah bawa-bawa mata, kaki, tangan, telinga, hidung, pipi, itulah anggota badan. He??? (sok ngeles saya, serius binti ciyus lho ini)
Penipu : Udah matamu suwek wi (Lagi-lagi insan perfilman kita sontak dikagetkan dengan ketidak-adaannya sensor pada sesi ini. Peace!)
Aku : Waduh, gagal maning, gagal maning, berarti gimana nih? Aku rugi nih. wkwkwkwkwkw
Aku : Wah kalau gitu gak papa deh. Silahkan coba lagi lebaran tahun depan. Siapa tahu anda lebih beruntung. Ckckckckcckckck (gak ada jawaban, gak ada jawaban, gak ada jawaban)
Aku : Semoga selamat dunia akhirat. Kayaknya kiamat sudah dekat. Barokallah lakum.
Gak ada jawaban dari penipu, gak ada jawaban, gak ada jawaban, tuth tuth tuth ________________________________
Entah, sekarang udah di alam apa dia.
=====================================
Happy ending. Happy aja, nggak banget. [De Facto]
==============================
Salam act, love, and pray!
==============================
Penulis mengucapkan sekian. Terima kasih udah sempat membaca. Maaf telah mengganggu. Wassalam