Breaking News
Loading...

MENGETIK DARI BUKU BUKAN KOPIPASTE

Oleh: Rijal Mumazziq Z
13 Maret 2015

Di belakang UIN Sunan Ampel Surabaya, saat ini nyaris mustahil menemui jasa ketik makalah. Rental pengetikan yang dulu berjubel di gang lebar, gang dosen, gang 7, gang 3, dan gang modin, saat ini berganti warnet, fotokopi, kios atk, dan usaha kuliner.

Mengapa jasa ketik ini nyaris punah? Mungkin terjadi kecenderungan merajalelanya kepemilikan laptop sehingga mahasiswa memilih mengetik mandiri dan setelah jadi tinggal mencetak makalahnya via fotokopi digital--yang lebih praktis dan murah dibandingkan printer. Tengara berikutnya, budaya kopipaste dari simbah gugel. Mahasiswa tak perlu lagi terkepung rak buku di perpustakaan dan capek menelusuri indeks sebuah buku, cukup duduk manis di warnet, donlot bahan dan langsung mengolahnya menjadi makalah untuk disajikan keesokan harinya. Praktis, instan dan murah meriah. Dampaknya fatal: tak ada lagi susah-payah mikir, tiada lagi buku yang bertumpuk menemani lembur pembuatan tugas akademis ini, dan.....semakin menjauhnya aroma khas buku dari indra penciuman mahasiswa ini.

Hari ini, di sekitar UIN Surabaya, jasa rental-pengetikan nyaris menemui senjakalanya. Kemungkinan besar bakal menyusul tragedi dua toko buku di gang lebar Jemurwonosari yang kukut 10 tahun silam gara-gara miskin pembeli. Aih.

Semoga anak cucu kita kelak masih bisa merasakan aroma khas buku yang menguar disergap udara lembab, dan merasakan sensasi cangkruk di warkop ditemani sesaji kopi dan sebuah buku, bukan dikawani gadget semata.
******
Kang Samsudin AF, Ach Tirmidzi Munahwan, Chafid Wahyudi, Able Bajanegara, Mochammad Aziz Qoharuddin...

 
Toggle Footer