Oleh: Ustaz Ayman Al Akiti.
Setahun dahulu, ada orang yang menyesatkan amalan mencium kaki kerana
menta'zimkan orang yang lebih tua atau lebih mulia kerana ilmu. Ketika
dibawakan hadis taqrir Rasulullah SAW amalan cium kaki, dia menjawab
bahwa ini adalah hadis sufi, oleh kerana itu ia adalah batil, padahal
hadis ini ada di dalam kitab al-Adab al-Mufrad karangan Imam Bukhari RA.
Sekarang, setahun sudah, sempat mengikuti bacaan kitab al-Adab
al-Mufrad oleh Syaikh Mahmud Said Mamduh bersama-sama dengan Syaikh Fuad
Kamaluddin di Hay Asyir. Dalam muqaddimah, Syaikh Mahmud menyebutkan
bahwa hadis-hadis yang terdapat dalam kitab ini ada 5 martabat: 1) Sahih
sebagaimana yg terdapat di dalam al-Jami' al-Shahih Imam al-Bukhari 2)
Sahih sesuai dengan Syarat Imam Bukhari 3) Sahih tapi bukan dengan
syarat Imam Bukhari 4) Hasan 5) yang menyamai derajat Hasan.
Sekarang biarlah dia tahu bahwa hadis yang dimaksud adalah berada pada
bab khusus tentang mencium kaki dan ini adalah kalam Imam al-Bukhari
sendiri (sebagaimana yang kita tahu bahwa judul bab dalam kitab-kitab
al-Bukhari adalah berarti fiqh beliau).
Terjemahan Bebas:
(Bab Mencium Kaki) al-Wazi' bin Amir berkata: aku maju kehadapan maka
disebut: "Itu Rasulullah" maka aku mengambil kedua tangannya dan kedua
kakinya, aku mencium-nya (kedua tangan dan kakinya).
Shuhaib berkata: Aku melihat Ali mencium tangan al-Abbas dan kedua kakinya.
Maka benarlah kata-kata seorang sahabat, menisbatkan hadis maudhu'
terhadap Rasul adalah suatu penghinaan kepada Nabi, akan tetapi
menafikan hadis yang sabit ke atas Rasul juga adalah penghinaan terhadap
Rasul!!! Wallahu a'lam...
Sumber: https://www.facebook.com/SunniMalaysia/posts/388740541191093 (facebook Raden Mooks)
